Tampilkan postingan dengan label Ngakak Yuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngakak Yuk. Tampilkan semua postingan

Nasib Pemain Cadangan

Mathieson sudah ikut timnya sejak awal, tetapi ia pemain yang lamban dan bodoh sehingga belum pernah sekalipun diturunkan oleh pelatihnya. Ia selalu duduk di bangku cadangan. Nah, pada pertandingan di akhir kompetisi, banyak rekannya terkena akumulasi kartu dan cedera.

Ongkos Pacaran

Ayah Jono merasa khawatir dengan Jono yang terlalu boros menggunakan uang untuk berpacaran. Ia pun bertanya tentang berapa banyak uang yang dihabiskan si anak saat kencan akhir pekan sebelumnya.

Mengalah Untuk Menang

Seorang pengacara dari kota besar dipanggil untuk menangani kasus antara seorang petani dan sebuah perusahaan kereta api. Petani itu menyatakan bahwa sapinya yang mahal harganya, hilang dari ladang yang dilewati kereta api milik perusahaan tersebut. Ia menuntut ganti rugi sebesar harga sapi itu.

Pamer Pacar

Riris: Eh, waktu ultahku kemarin, aku diberi kado Harley Davidson lho sama pacarku, maklum, kita 'kan jadiannya di Amrik sana ....

Tania : Aku sih dikasih Ducati sama pacar, maklum waktu kita pacaran, lama di Italia ....

Kecanduan Internet

Inilah tanda-tandanya jika Anda sudah kecanduan internet:

- Anda selalu menambahkan tulisan `com` setiap kali Anda menuliskan `.` (titik).

- Anda selalu memperkenalkan nama Anda dengan "Johnny at yahoo.com".

Baseball dan Surga

Ada dua orang pemain baseball yang sudah lanjut usia, keduanya berteman baik. Yang seorang berkata kepada sahabatnya, "Jika salah satu dari kita meninggal lebih dahulu, ia harus kembali lagi ke dunia dan memberitahukan bagaimana keadaan di surga, apakah di sana ada permainan baseball." Keduanya pun berjabat tangan tanda setuju.

Rakyat Senang

Sebuah negara sedang dilanda krisis ekonomi berkepanjangan. Sang Presiden pun menyempatkan diri berkeliling dari dalam pesawat untuk melihat secara langsung penderitaan rakyat negara itu. Ia pun ditemani oleh Ibu Negara.

Dalam perjalanan tersebut, sang presiden melihat banyak sekali rakyat yang menderita, terutama di daerah terpencil. Presiden merasa iba. Ia berkata pada Ibu Negara, "Bagaimana kalau kita terbang lebih rendah dan melemparkan banyak uang kepada rakyat supaya mereka bisa membeli makanan dan kebutuhan lainnya? Selain itu, mereka pasti akan selalu mengingat kebaikan suamimu ini ...."

Spion

Waktu pergi ke pasar menggunakan motor, Obet ditahan polantas yang sedang jaga di pinggir jalan.

Obet: Ada apa, Pak?

Polisi: Kamu saya tilang!

Obet: Wah! Saya salah apa, Pak?

Tulisan Di Dapur

  • Jika Anda tidak suka masakan saya, rendahkan standar selera Anda.
  • Ini adalah dapur swalayan -- Anda pakai, Anda bersihkan lagi sendiri.
  • Selalu ada dua pilihan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam di dapur ini: makanlah apa yang ada atau tidak usah makan sama sekali.
  • Jangan kritik kopi buatan saya. Anda hanya buang-buang waktu saja.

Apa Kata Mereka

Tiga orang sahabat meninggal karena mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk. Saat sampai di gerbang surga, mereka ditanya oleh seorang malaikat, "Ketika Anda berbaring di peti mati dan semua orang yang Anda kenal menangisi Anda, apa yang Anda ingin mereka katakan tentang Anda?"

Pria pertama menjawab, "Saya ingin mendengar mereka mengatakan bahwa saya adalah seorang dokter yang hebat dan juga pria yang amat penyayang."

Uban Bandel

Pada suatu sore, seorang ayah dan anak laki-lakinya sedang menikmati pisang goreng. Melihat rambut sang ayah, si anak pun menceletuk, "Mengapa rambut Ayah ada ubannya?"

Sang ayah pun menjawab, "Setiap kali kamu bandel, rambut ayah tumbuh uban ...."

Tuhan dan Profesor

Seorang profesor akhirnya bisa menemui Tuhan. Dengan sombong, ia berkata, "Hai Tuhan, lama-lama aku bisa menciptakan makhluk hidup, bahkan bisa menciptakan manusia."

Tuhan berfirman, "Coba buktikan!"

Vitamin dan Buta Huruf

Ibu Sri yang baru mendapat uang setelah menjual ikan di pasar Sigli, segera pergi ke apotek untuk membeli vitamin untuk anaknya yang berusia dua tahun.
Bu Sri: Bu, ada vitamin untuk anak saya?
Apoteker: Vitamin apa, Bu? Ada vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.

Tusuk Gigi

Di salah satu restoran terkenal di sebuah kota besar, terlihat seorang tamu yang sedang makan dan membutuhkan tusuk gigi karena ada daging udang terselip di antara giginya.
Tamu itu memanggil pelayan restoran, "Hei, pelayan, sini sebentar!"

Dengan penuh rasa hormat, seorang pelayan menghampirinya, "Ya, Pak, ada yang bisa saya bantu?"

Operasi Sederhana



Dengan penuh kekhawatiran, seorang pria dengan kursi rodanya menelusuri lorong rumah sakit menuju pintu keluar sesaat sebelum operasi.

Suster kepala yang melihatnya, menghentikannya dan bertanya, "Ada apa?"

Pria itu berkata, "Aku dengar suster yang merawatku berkata, 'Yang sebentar lagi kamu jalani adalah operasi sederhana, tidak perlu panik. Aku yakin operasinya akan berjalan dengan baik.'"

Tanda-tanda Penuaan

- Anda dan gigi Anda tidak tidur bersama-sama lagi.
- Anda berusaha meluruskan kerutan pada kaus kaki Anda, kemudian tersadar bahwa Anda tidak mengenakan kaus kaki.
- Ingatan Anda memendek dan keluhan Anda tidak ada habis-habisnya.
- Anda duduk di kursi goyang, namun tidak dapat menggoyangkannya.
- Yang bersinar dari mata Anda hanyalah pantulan matahari pada lensa kacamata Anda.
- Anda menghentikan semua kebiasaan buruk dan belum juga merasa baik.

Siapa Yang Terhebat

Wikipedia: Aku tahu semuanya.
Facebook: Aku kenal dengan semua orang.
Google: Aku punya semuanya.
Mozilla: Tanpa aku, kalian tidak bisa diakses.
Explorer: 'Kan aku masih ada?
Mozilla: Apaan sih kamu, ganggu acara orang saja!
Internet: Sudah-sudah, jangan banyak omong kalian semua. Kalau tidak ada aku, kalian semua tidak bakal ada!
Facebook: Huh, yang paling sering dikunjungi 'kan aku, jadi aku yang terbaik.

Enggak Punya Sisir

Ibu Guru: Rambut kamu kenapa kusut banget, Jon?

Jojon: Jojon tidak punya sisir, Bu.

Ibu Guru: Kamu 'kan bisa pinjam ibumu?

Jojon: Ibu saya sudah lama meninggal, Bu.

Ibu Guru: Kamu 'kan bisa pinjam kakakmu?

Seratus Persen

Seorang pengusaha, Pak Toni, datang kepada pendetanya, "Pak Pendeta, sesuai janji saya, jika proyek saya berhasil, 100 persen keuntungannya akan saya berikan buat pekerjaan Tuhan. Nah, terimalah 100 persen dari keuntungan saya."

"Tapi Pak, bagaimana dengan kita? Masa semua keuntungan kita berikan buat pekerjaan Tuhan, kita makan apa?" kata sang istri setelah pulang dari rumah pendeta.

Sudah 3 Kali

Pak Yustinus protes ketika mengetahui anaknya, Yusuf, ditolak masuk Sekolah Tinggi Teologi (STT). "Tidak adil itu, mengapa Yusuf ditolak jadi mahasiswa teologi, bukankah ia ingin melayani Tuhan? Mengapa STT sendiri yang menjadi penghalang, bagaimana ini?"
"Sudahlah, Pak Yustinus, bukankah Yusuf bisa mendaftarkan diri ke fakultas lain?" kata Pak Anton, temannya, menghibur.
"Masalahnya, ia sudah tiga kali gagal UMPTN. Saya yang menganjurkannya masuk sekolah teologi saja," jawab Pak Yustinus enteng.